AKULTURASI KEBUDAYAAN|Pembayaran Maskawin Dalam Suku Mee|

AKULTURASI KEBUDAYAAN

“Perubahan Alat Pembayaran Maskawin Dalam Kebudayaan Suku Mee”

Oleh: Senkius Tekege (Mahasiswa Antropologi Uncen)

Wanita berbusana adat Suku Mee

Oleh: Amatus S Tekege (Mahasiswa Antropologi Uncen)

Setiap suku bangsa pasti memiliki kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Baik itu Bahasa, Pengetahuan, Teknologi, Organisasi Sosial, Mata Pencaharian, Agama, Kesenian.
Dan kebudayaan itu dapat mengalami perubahan seiring perkembangan/perubahan zaman.

Dalam kebudayaan Pembayaran Maskawin dalam Suku Mee telah mengalami tiga tahap perubahan karena dampak perubahan zaman yang tidak menetap.

Tahap Pertama

Pada mulanya alat pembayaran maskawin yang dipakai/digunakan oleh Suku bangsa Mee adalah Barter seperti Maumi (Kampak), Ipa ( Alat yang seperti Batu).

Tahap Kedua

Pada tahap kedua Alat Pembayaran Mas Kawin disebut Mege (Uang) yang diambil dari pantai yaitu Kulit Kerang.

Tahap Ketiga

Pada tahap ketiga alat pembayaran maskawin berubah namun nama uangnya masih tetap yaitu Mege (Uang). Kini alat pembayaran yang digunakan adalah uang yang terbuat dari kertas.

Kesimpulan
Kebudayaan itu tidak menetap namun bersifat dinamis dapat karena itu sehingga terjadi apa yang disebut akulturasi pada kebudayaan

Sumber Foto https://www.gookoteka.web.id/2014/06/perkawinan-sah-secara-adat-suku-mee.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s