NOKEN ANGGREK DALAM KEBUDAYAAN SUKU MEE
MEROSOT NILAI BUDAYANYA

Noken Anggrek/Toya Agiya

OLEH:
NAMA : AMATUS S TEKEGE

Abstark

Dalam setiap kebudayaan yang dimiiliki oleh setiap masyrakat pasti mempunyai Tas/ Noken tradisional yang mempunyai makna dan kegunaan tersendiri. Dalam kebudayaan Mee ada beragama macam Tas/Noken tradisional yaitu, Yato agiya (Tas/Noken yang biasa digunakan untuk mebawa hasil kebun, dan membawa anak bayu), Agiya (Tas/Noken yang biasa digunakan untuk pribadi), dan Toya Agiya (Tas/Noken Anggrek biasa digunakan khusus untuk Tonowi/laki-laki berwibawa)
Dalam kebudayaan suku mee, Tas/Noken Anggrek hanya bias digunakan oleh pria berwibawa, yaitu pria yang mempunyai banyak ternak babi, mempunyai banyak lahan, dan pria yang bisa menyelesaikan banyak masalah baik dalam masyrakat, maupun keluarga.
Dalam perkembangan di Era Modern yang kian berkembang pesat nilai budaya noken anggrek dalam kebudayaan suku mee mulai menemui titk kepunahaan.

Noken Anggrek Yang unik
Noken Anggrek merupakan Tas tradisional yang berasal dari Kebudayaan suku Mee di Papua yang termasuk dalam wilayah adat MeePago. Noken anggrek dalam sebutan masyarakat suku mee yaitu Toya Agiya, Toya adalah Anggrek dan Agiya Adalah Noken. Noken angrek terbuat dari beberapa kulit kayu tertentu yang dalam bahasa suku Mee menyebutnya, DIGII, AMO, dan BODU. dan dilapisi kulit bunga anggrek.
Kegunaan Noken Anggrek Dalam Kebudayaan Suku Mee
Noken Anggrek hanya bisa digunakan oleh pria yang berwibawa atau dalam bahasa suku mee menyebutnya sebagai TONOWI, yaitu, Pria yang memiliki Banyak ternak Babi, Banyak Lahan, Memiliki istri lebih dari satu, dan bisa menyelesaikan banyak masalah, baik dalam masyarakat dan keluarga.

Noken Anggrek Hilang Nilai Budayanya Dalam Era Modern
Nilai budaya yang ada pada Noken Anggrek kini mulai merosot, akibat perkembangan zaman yang begitu pesat. Hingga Noken Anggrek kini terlihat sebagai noken biasa yang tak memiliki arti dan nilai budayanya. Yang dahulunya hanya bisa digunakan oleh Orang-orang Tonowi/Pria berwibawa, kini telah banyak yang memakainya tanpa melihat arti dan nilai yang ada pada Noken Anggrek/Toya Agiya.
Perlunya Ada Kesadaran Dalam Menjaga Nilai Budaya
Noken Anggrek merupakan bagian dari kebudayaan suku mee yang kini telah hilang nilai budayanya. Oleh sebab itu perlu ada kesadaran bagi masyarakat pendukung budaya yang harus menjaga dan melestarikan budaya yang telah ada agar tak hilang dan hanya menjadi cerita. Terlebih khususnya Kebudayaan Noken Anggrek dalam Suku Mee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s